Rangkum Buku 'Menulispedia' by Bambang Trim



Insaf menulis? Kata sederhana yang membuat saya berfikir kemana-mana. Sepetanguan saya kata insaf sering kali digunakan pada orang yang telah berdosa besar dan sadar ingin kembali ke jalan yang benar. Dosa besar apa yang telah dilakukan hingga akhirnya harus insaf dalam kepenulisan? Bukankah setiap penulis menghasilkan karya untuk dinikmati dan memberikan pengetahuan sehingga bisa ‘menabung’ untuk akhirat nanti? Buku ini pun akhirnya keluar dari raknya dan harus terbangun menemani saya


Identitas Buku

·      Judul              : Menulispedia (Pedoman Menulis untuk Mereka yang Insaf Menulis)
·      Penulis           : Bambang Trim
·      Tahun Terbit  : 2006
·      ISBN              : 978-602-350-100-7
·      Penerbit          : PENERBIT NUANSA
·      Jumlah hal      : 197 halaman


Ulasan Singkat Alasan Buku Ini Menarik Perhatian Saya

Ketika saya berkunjung ke perpustakaan daerah (2021) di Lombok Tengah, NTB, saya tidak sengaja membaca buku yang berjudul ‘MENULISPEDIA’. Kesan pertama seperti judul suatu teori tentang menulis seperti halnya ensiklopedia pada umumnya karena ada ‘pedia’ pada akhir dari judul. Dalam benak saya, “Wah.. pasti buku yang bahas teori saja dan cendrung membosankan”, tetapi ada tulisan cukup kecil dibawah judul utama yang membuat saya akhirnya tertarik, yaitu ‘Panduan Menulis untuk Mereka yang Insaf Menulis’. Hah maksudnya gimana?

Insaf menulis? Kata sederhana yang membuat saya berfikir kemana-mana. Sepetanguan saya kata insaf sering kali digunakan pada orang yang telah berdosa besar dan sadar ingin kembali ke jalan yang benar. Dosa besar apa yang telah dilakukan hingga akhirnya harus insaf dalam kepenulisan? Bukankah setiap penulis menghasilkan karya untuk dinikmati dan memberikan pengetahuan sehingga bisa ‘menabung’ untuk akhirat nanti? Buku ini pun akhirnya keluar dari raknya dan harus terbangun menemani saya.

Saat membaca bagian awal buku, akhirnya terjawab sudah pertanyaan saya dengan utuh dan dapat dipahami. Menurut penulis, insaf yang dimaksudkan bukanlah tobat dari dosa-dosa dan kembali ke jalan yang benar. Insaf yang dimaksudkan adalah sadar, sadar akan bahwa menulis itu penting, penting dalam artian bahwa satu-satunya peninggalan yang bisa kita berikan kepada generasi selanjutnya adalah tulisan yang bisa dibaca dan memberikan ilmu, sehingga nantinya dapat menjadi berkah tersendiri untuk penulis. Akhirnya karena prakata dan bagian awal yang menggiurkan ini, hati saya memutuskan untuk membacanya sampai lembaran-lembaran akhir buku ini.


Kelebihan Buku “MenulisPedia, Bambang Trim”

           Jika Anda benar-benar ingin belajar menulis, mempunyai semangat dan motivasi, tetapi tidak tau jalan menuju impian menulis itu, buku ini sangat direkomendasikan kepada Anda. Buku ini cocok untuk segala usia, mulai dari anak sekolahan SMP atau SMA ataupun Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang saat ini ingin mencari pekerjaan sampingan dan mengabdi kepada dunia literasi.

           Dari segi tampilan dan cover, buku ini cukup nikmat di pandang. Desain pada cover sederhana, cerah dan juga mewakilkan dari isi buku. Saya sendiri termasuk menyukai pemilihan tema warna dari cover, kuning cerah dengan sedikit kepudara, menggambarkan semangat belajar yang tinggi dan kosong/haus akan ilmu.

Saat buku dibuka, ukuran dan jenis fontnya pun cukup sempurna, tidak membuat mata lelah saat membaca dalam waktu yang cukup lama. Penulisan paragrafnya cukup rapi dengan rata kiri dan kanan. Di lembaran terakhir buku ini, Anda dapat melihat foto dan biografi sang penulis.

Dari segi isi, ini adalah ilmu yang baru pagi saya. Dengan mengonsep tema “Writing, Editing, Revising, Publishing” dari Bab awal sampai akhir, semua penjelasan dapat saya serap dan akan saya terapkan dalam dunia kepenulisan saya. Bahasa yang digunakan juga ramah, gaul dan bersahaja bagi siapapun yang memiliki kosa kata kamus yang kurang. Buku ini cocok dibaca kapan pun, baik saat waktu luang ataupun waktu yang dikhususkan untuk membaca, karena materi yang disampaikan tidak terlalu berat dan dapat dibaca sembari bersantai.

Yang menjadi nilai plus, adalah model penyampaian materi pada bukunya. Saat membaca suatu karya tulis, yang paling pertama saya cari adalah kutipan atau daftar pustaka yang digunakan oleh penulis. Kutipan ini cukup penting karena menggambarkan kualitas materi yang dijadikan refrensi oleh pembaca. Di buku ini, refrensi (kutipan atau daftar pustaka)-nya cukup baik. Uniknya lagi, teori-teori yang disampaikan berdasarkan pengalaman dan tingkat wawasan sang penulis. Teori, pengalaman dan tingkat wawasan tersebut dirangkai begitu indah dalam bahasa yang sangat mudah dipahami. Jadi saat membaca tidak merasa jenuh dan bosan, tetapi terasa seperti langsung berinteraksi dengan sang penulis.

Jika Anda tertarik lebih jauh, penulis telah menerbitkan buku serial berikutnya untuk level yang lebih advanced. Bahkan sang penulis juga memberikan link website yang dapat kita akses terkait belajar menulis lebih mendalam.


Kekurangan Buku “MenulisPedia, Bambang Trim”

           Tentu dalam suatu karya, khususnya karya tulis, tak luput dari kesalahan dan kekurangan, baik minor maupun mayor. Meskipun sang penulis sudah cukup berpengalaman dalam dunia tulis-menulis, tetapi masih ada terdapat kesalahan pengetikan atau typo pada bagian bab akhir. Entah mungkin karena penulis dan editor sudah kelelahan, atau karena dikejar deadline, sehingga terkesan tidak rapi dan terburu-buru.

           Pada bab-bab pertengahan, teori yang disampaikan cukup serius dan mendalam, sehingga saya merasa harus membacanya berulang ulang 2-3 kali untuk memahami maksud teori tersebut. Mungkin karena teori tersebut langsung dari sang pemilik atau authors dari sumber refrensi. Alangkah baiknya, sang penulis dapat menjabarkan menggunakan bahasa yang lebih ramah lagi. Karena menurut saya, sang penulis juga menargetkan penulis level pemula, yang tentunya masih memiliki diksi yang terbatas.


Rangkuman Ilmu yang Saya Dapatkan

           Sebenarnya saya tidak ingin memberikan spoiler isi sebuah buku, tetapi karena niat untuk berbagi dan pengingat bagi saya, maka saya bagikan sedikit ilmu yang saya dapatkan dari buku ini.

           Writing – Editing – Revising – Publishing. Kalian harus mengingat kata kunci utama dari teknik kepenulisan ini. Prinsip dasarnya adalah sederhana, ‘Writing’ – maksudnya ialah saat Anda hendak membuat suatu karya tulis, hal pertama yang Anda lakukan ialah menulis. Tulislah tanpa memikirkan tulisan Anda itu salah, jelek dan sebagainya. Tuliskan ide tentang karya yang akan Anda ciptakan, tuliskan naskah dari kalimat menuju kalimat, sehingga terbentuk sebuah paragraf, hingga nanti terbentuk beberapa alenia yang indah. Intinya adalah menulis, dalam 1 kali duduk, usahakan dapat paling tidak menciptakan suatu karya tulis sederhana.

           Editing, ialah proses mengedit karya kita. Dalam buku ini dijelaskan bahwa dalam menciptakan suatu karya tulis, usahakan ‘waktu’ untuk menulis dan mengedit berbeda. Disini baru Anda membenarkan tanda baca, kesalahan pengetikan, dan hal lainnya terkait teknis menulis.

           Revising, dimana kita mengkoreksi kembali hasil karya kita. Apakah karya yang telah kita ciptakan sesuai dengan ide awal yang ingin disampaikan? Apakakah ide-ide tersebut dapat disalurkan dalam bahasa-bahasa yang mudah dipahami pada setiap paragraf? Titik berat disini adalah mengoreksi ide dari paragraf ke paragraf, bab ke bab, agar terjadi kesinambungan sehingga pembaca lebih mudah untuk memahami hasil tulisan kita.

           Publishing, ialah menerbitkan hasil karya tulis yang telah kita ciptakan. Apalah daya kita telah meluangkan waktu, berfikir, dan mewujudkan ide gagasan dalam karya tulis tanpa di publikasikan, tulisan tersebut akan tenggelam dan tak ada orang yang akan mengetahuinya. Terbitkanlah, baik Anda ke penerbit ternama atau hanya di website-website kepenulisan lain secara online. Biarkan hasil karya Anda saat ini, menjadi bukti dan rekaman perjalanan karir Anda dalam dunia kepenulisan.


Jika Anda tertarik lebih lanjut terkait ilmu dari teknik Writing, Editing, Revising, Publishing lebih lanjut, Anda dapat mencari dan membaca bukunya lebih mendalam. Saya bukanlah agen penjual ataupun sales buku tersebut. Tetapi saya adalah salah satu penikmatnya. Terima kasih untuk sang penulis, terima kasih juga kepada perpustakaan daerah di Praya, Lombok Tengah yang memberikan peminjaman buku ini secara gratis.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer